You need to enable javaScript to run this app.

*Bully berbuah manis*

  • Selasa, 30 Juli 2019
  • Ruang PD
  • Kania Puspa Dewi
  • Dilihat 1554 kali
*Bully berbuah manis*

Semilir angin menerpa hijab gadis bermata cokelat tersebut, nama nya Kim Hanna. Gadis blasteran Korea-Indonesia tersebut menatap lembaran yang ia pegang sekarang.

Lagi-lagi surat bully tertata manis di loker Hanna, sudah 5 hari berturut-turut Hanna dibully oleh kawan-kawannya. Padahal selama ini mereka hanya memanfaatkan kekayaan dan fasilitas mewah yang ia miliki, bukan tulus berteman dengannya. Hanna hanya bisa menghela nafas berat.

"Ekhem."

Hanna tersentak, ternyata ada seseorang juga di dekatnya sedari tadi. Reando Algiza, kakak kelas sekaligus kakak sepupu Hanna. Rean tersenyum lalu merengkuh adik sepupu kesayangan nya tersebut, mencoba menenangkan Hanna yang sedang sesenggukan.

"Di bully lagi?" Tanya Rean pelan. Hanna hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

"Han-hanna g-gak tau harus a-apa lagi kak, Hanna c-capek" Hanna makin meluapkan tangisan nya pada Rean. Rean hanya bisa mengusap kepala Hanna.

"Hanna, dengerin kakak. Jangan takut atau merasa sedih, karena ini salah satu rintangan kehidupan. Hanna bisa, Hanna kuat. Kalau Hanna merasa gak sanggup, ingat mama Hanna. Ingat semua pesan dan mimpi beliau untuk Hanna. Jadikan kejadian ini sebagai motivasi, bukan sebagai akhir perjuangan dan usaha Hanna. Hadapi mereka, bungkam mereka dengan prestasi, bukan dengan aksi. Jika mereka makin memperparah situasi, acuhkan. Cukup ingat satu hal, Mama Hanna." Penuturan Rean membuat Hanna kembali tersenyum simpul. Ia langsung memeluk kakak sepupunya sambil berkata.

"Makasih kak, maaf Hanna merepotkan kakak. Maaf jika Hanna bodoh dan berfikir negatif. Maaf jika Hanna egois"

Rean tersenyum lalu mengusap kepala Hanna.

"Semua itu manusiawi kok, sudah ya. Balik ke kelas yuk?"

"Yuk!"


5 Bulan Kemudian~

"Penghargaan Siswa Terbaik tahun ajaran 2019/2020 SMP Bhina Bangsa Adalah....

KIM HANNA DARI KELAS IX-A!!!"

Rean tersenyum bangga melihat Hanna terseyum bahagia di atas podium. Hanna berhasil mewujudkan mimpi mendiang mama nya. Tanpa seorang pun ketahui, mama Hanna sedang tersenyum di belakang sana.

_"Selamat, putri kecilku."_

Kania Puspa Dewi
VIII - G

Bagikan artikel ini:
Yayuk Arnawati, S.Pd.,M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dengan mengucapkan segala puji ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, disertai rasa syukur karena  dengan bimbingan,...

Berlangganan
Banner