• SMP NEGERI 13 BOGOR
  • Cerdas, Higienis, Enerjik, Responsif, Inovatif, Adaftif

Pemberian Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran bagi Guru yang kembali ke KTSP 2006

UN MERUPAKAN  PELATIHAN DAN UJIAN INTEGRITAS

(Pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  kepada Peserta Sosialisasi Ujian Nasional 2015)

 

Ujian Nasional (UN) mesti dimaknai sebagai proses latihan dan ujian integritas, bukan hanya sekedar penilaian terhadap kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu. UN harus menjadi proses pembelajaran, bukan sebalilknya, belajar untuk UN. Semangat yang perlu dikembangkan dalam UN adalah untuk kejujuran. Oleh karena itu mari kita dorong semua pihak yang terlibat dalam UN untuk jujur.

Demikian pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan kepada peserta sosialisasi UN yang dilaksanakan pada hari Rabu (25/2/2015) di Gedung C Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Acara yang diselenggarakan oleh Balitbang bekerjasama dengan  BSNP ini dihadiri para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala LPMP, Wakil Rektor Bidang Akademik dari perguruan tinggi koordinator pemindaian lembar jawaban UN, dan perwakilan dari unsur  Panitia UN Tingkat Pusat, termasuk dari Kementerian Agama.

Dalam kesempatan tersebut, Anies Bawesdan mengatakan bahwa dalam pelaksanaan UN 2015 ada perubahan yang sangat mendasar, yaitu kelulusan siswa ditentukan oleh satuan pendidikan. Dengan demikian fungsi UN tidak lagi menentukan kelulusan.

“Dengan diserahkannya kewenangan penentuan kelulusan kepada satuan pendidikan, artinya sekolah memegang amanat yang sangat besar. Tidak boleh disalahgunakan.  UN merupakan bentuk pelatihan tatakelola yang baik dan ujian integritas . Dengan demikian, integritas dalam pelaksanaan UN sangat penting. Yang lebih penting lagi, jangan sampai anak-anak Indonesia kalah di mana-mana bukan karena kompetensi, keterampilan, dan pengetahuan mereka, tetapi karena integritas mereka yang  rendah”, pesan Anies.

Dalam kesempatan tersebut, Anies juga mengakui adanya keterlambatan dokumen yang menjadi payung hukum pelaksanaan UN 2015, terutama revisi Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

“Sampai sekarang, teks legalnya masih  antri untuk ditandatangani Presiden. Pada level Kementerian Hukum dan HAM, sudah selesai. Namun demikian, kita tetap bisa menyiapkan pelaksanaan UN dengan matang supaya UN memiliki pesan yang positif untuk kemajuan pendidikan di Indonesia”, ucapnya.

Mantan Rektor Paramadina tersebut menepis adanya  kekhawatiran di kalangan tertentu dengan dihilangkannya fungsi UN sebagai penentu kelulusan dari satuan pendidikan, motivasi murid untuk belajar menurun.

“Jangan sampai motivasi belajar murid-murid menurun karena UN tidak lagi menentukan kelulusan. Jika selama ini  UN hanya dipahami sebagai kelulusan dan yang ada dalam pikiran murid-murid adalah LULUS atau TIDAK LULUS, maka mulai sekarang, mari kita memulai langkah baru dalam siklus pendidikan nasional dengan menjadikan UN sebagai instrumen untuk memotivasi  murid-murid dalam belajar” papar Anies yang saat itu memakai baju putih lengan panjang.

Salah satu langkah perbaikan yang kita lakukan tahun ini untuk memotivasi siswa belajar, tambah Anies, adalah dengan membuat format sertifikat atau Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) lebih komprehensif dan detail, tidak hanya sekedar mencantumkan skor atau angka dan keputusan lulus atau tidak lulus, tetapi juga memuat informasi penting tentang capaian kompetensi siswa dan posisinya dibandingkan dengan teman-teman dalam satu sekolah  maupun secara nasional.

Terkait dengan hasil UN, Anies mengatakan bahwa perguruan tinggi di Malaysia dan Hongkong  sudah menggunakan hasil UN sebagai seleksi masuk ke perguruan tinggi. Para siswa tidak lagi mengikui ujian masuk perguruan tinggi, tetapi cukup memberikan hasil UN. Artinya, UN diakui dunia internasional, oleh sebab itu menjadi kewajiban dan tanggungjawab kita bersama untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan UN, sehingga menghasilkan UN yang kredibel, jujur, dan berkualitas.

Selain pengarahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa kebijakan yang terkait dengan pelaksanaan UN. Bertindak sebagai penyaji materi adalah Nizam Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Bambang Suryadi (BSNP) dan Dadang Sudiyarto Sekretaris Balitbang Kemdikbud.  (BS)

Sumber : BSNP-Indonesia

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Melatih Disiplin dengan LTUB

Seminggu terakhir ini KBM kurang kondusif. Hal ini disebabkan karena sebagian besar siswa terlibat sebagai peserta lomba tata upacara bendera (LTUB). Hanya tersisa beberapa siswa di dal

15/08/2019 09:10 WIB - Mardianis
LTUB SMP Tingkat Kota Tahun 2019

Penilaian Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) SMP Tingkat Kota Bogor Tahun 2019, Alhamdulillah telah selesai dilaksanakan sesuai dengan Jadwal yang di berikan oleh Panitia yaitu pada hari

07/08/2019 16:39 WIB - #Admin13
Statistik Peserta Didik Tahun Pelajaran 2019/2020

Alhamdulillah semua rangkaian acara Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020 telah selesai dilaksanakan, berdasarkan hasil PPDB tersebut berikut kami sajikan statistik Pe

01/08/2019 09:45 WIB - #Admin13
Surat Kecil untuk Tuhan

Engel dan anton Siang itu. Hujan begitu deras, langit di tutupi awan gelap rumah yang tak layak huni berdiri tegak di sebuah Perkampungan kumus. Rumah itu hanya terbuat dari papan tipi

31/07/2019 09:20 WIB - Rena Melida Nur Padilah
SMA Masa Terbaikku

Di suatu desa bernama desa wiruja Ada seorang anak perempuan bernama Alice yang berumur 16 tahun yang sekolah di SMA Negeri Wiruja Bangsa Dan tinggal dengan ibunya yaitu bu Rina Yang ak

31/07/2019 09:00 WIB - Silva Nurzanatul Dahmalena
*Bully berbuah manis*

Semilir angin menerpa hijab gadis bermata cokelat tersebut, nama nya Kim Hanna. Gadis blasteran Korea-Indonesia tersebut menatap lembaran yang ia pegang sekarang. Lagi-lagi surat bully

30/07/2019 13:25 WIB - Kania Puspa Dewi
Ibu Inspirasi ku

Oh ibu terima kasih Untuk kasih sayang Yang tak pernah usai Tulus cinta mu takkan mampu Untuk terbalaskan Oh ibu semoga tuhan Memberikan kedamaian Dalam hidupmu Putih Kasih mu kan abad

30/07/2019 13:10 WIB - Siti Nurlaeli
Handphone Menguasai Sekolah

Zaman Sudah Berbeda Anak Anak Sering menggunakan HP Untuk Bermain GameTetapi Ada Sebagian Orang Menggunakan Handphone Memang Sudah Menjadi Bagian Kehidupan Sehari Hari Berbagai Anak ana

30/07/2019 13:00 WIB - Muhammad Syahmi Triputra
SEKOLAHKU YANG BERSIH

Aku bersekolah di SMPN 13 Bogor. SMPN 13 Bogor adalah sekolah yang bersih. Setiap hari di sekolahku membuka sepatu bertujuan supaya kelasnya selalu bersih. Aku sangat bangga bersekolah

30/07/2019 12:56 WIB - Happy Putri Sami
IBU

Ibu mungkin tidak secerdas kamu tidak sesukses kamu tidak sesempurna fisikmu,  tetapi dia memiliki hati yang ikhlas tidak pernah meminta mu untuk membayar kembali  segala jasa

30/07/2019 10:30 WIB - Eq Rama Priatna Putra